komitmen (2)

singkat cerita banyak fenomena pada hari ini yaitu “pelakor”, alias perebut laki orang. hehehe pasti udah tau dong apa aja kasusnya, banyak, banyak banget malah. mungkin, kamu adalah korbannya atau malah… tersangka? who knows, yang saya tau dapat di lihat ada dua kemungkinan kesalahan yang terjadi, satu, terdeteksinya kelemahan pada sistem pertahanan anda atau dua, anda bukan lagi menjadi orang yang dia mau untuk mendampinginya sewaktu dulu dia meminta.

hmm mulai seru nih, saya punya sebuah cerita, teman saya tepatnya, berkata, dia punya seorang pasangan, iya lah karena tuhan emang menciptakan kita berpasangan kan? nah singkat cerita dia telah menjalin hubungan dengan pasangannya cukup lama, uniknya saya menemukan sebuah komitmen yang unik di dalamnya, sang cowo berujar “aku ga bakal larang kamu buat selingkuh, karena cinta sejatinya bukan mengekang, jika kamu ternyata lebih bahagia dengan dia, ya aku bakal berusaha ikhlas, karena dengan menghalangi kamu untuk bahagia dengan cara kamu sendiri secara tidak langsung aku sudah menyakiti kamu, mungkin aku hanya akan berkata kepada dia sang penggoda, silahkan kau dekati, aku tidak akan marah, karena memang begini aku adanya, jika dia ternyata memang mau dengan mu akan kurelakan dia, tapi jika dia tidak mau dan kamu tetap mengganggu mungkin aku yang akan jadi lawan tandingmu” sebuah pemikiran terbuka tentang komitmen dan mendewasakan tentang bagaimana seharusnya sebuah hubungan itu.

karena sebuah tikungan itu biasanya berawal dari 2 hal, seorang PK pernah berujar kepada saya (berikan yang tidak di berikan orang lain atau berikan lebih dari yang diberikan orang lain) itu kuncinya, jika ternyata cara mu memperlakukan dia tidak bisa membuat dia lebih bahagia di banding dengan cara orang lain memperlakukan dia, maka terimalah bahwa mungkin kamu sudah kalah dalam peperangan ini. dan seorang jendral yang berjiwa besar, akan mengaku kalah saat kondisi memaksa dia untuk kalah, bukannya malah melakukan hal yang tidak terpuji.

yang layak di lakukan untuk jendral yang kalah adalah menanyakan dimana letak kesalahan dia dan berusaha untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama berulang kali di komitmen selanjutnya. yah mungkin letak kesalahannya ada di bagian pertama…..

dimana kamu tidak lagi menjadi orang yang dia minta untuk menemaninya atau ada orang lain yang sanggup lebih membahagiakan dia melebihi apa yang kamu lakukan untuk membahagiakan dia……ADMIT IT.

Image result for selingkuh
Advertisements

komitmen (1)

sewaktu menulis opini ini, sudah dini hari sepertinya, dan suasana hening, membuat konsentrasi meningkat. hmm oke, opini gua malam ini berkaitan dengan judul artikel ini yaitu komitmen. yang di tulis menggunakan huruf kecil semua yang tanpa kecuali juga memiliki arti, nanti, nanti saya jelaskan apa artinya yang juga dari definisi saya sendiri, sorry sebelumnya, ini agak formal karena pake kata saya dan bukan gua, karena seperti kata Sujiwo Tedjo, yang malas nonton tv karena menggunakan kata gua yang seolah Indonesia itu hanya jakarta. kalo ga salah begitu ujarnya, next.

kita bahas dulu kenapa saya bahas topik ini, menurut KBBI atau yang seperti anda ketahui, komitmen memiliki arti perjanjian untuk melakukan sesuatu. yang dapat di garis bawahi pada bagian kata janji, untuk sebagian orang, janji itu sangat sakral dan di junjung tinggi, di merupakan sebuah perwujudan dari sebuah ketidak wujudan yang dapat di “pegang” paham? semoga paham, tetapi untuk sebagian orang itu adalah sebuah kalimat, kata atau apalah itu yang seakan tidak ada artinya, dapat di obral dan akhirnya menjadi sebentuk umpatan “bullshit”

dengan dua bentuk yang terombang ambing berdasar siapa yang mengukarkannya, komitmen menjadi sebuah entitas yang blur atau tidak jelas jika kita tidak mengenal betul siapa yang menyuarakannya, ini busa menjadi sebuah komoditas yang dapat diperjualbelikan dengan bebas, dan berbahaya benar jika di salahgunakan.

nah disini saya ingin menulis tentang seberapa rapuhnya ini sebuah komitmen, terkait sudah berapa orang yang menjadi korban dari kata komitmen itu sendiri.

banyak orang yang termakan dari kata manis yang berasal  dari kata komitmen, yaah anggap saja orang menikah, menikah itu adalah salah satu bentuk dari kata komitmen yang di jalankan, tapi sudah berapa banyak perpisahan yang telah terjadi dengan dilandasi kata komitmen di awal? wow, banyak sekali, teramat banyak malah, hal ini menunjukkan kerapuhan dari kata ini, meskipun tak sedikit juga yang menunjukkan kekuatan dari kata ini.

tapi masalahnya, pada opini ini, saya tidak akan mengungkap dari kelebihan kata komitmen, melainkan kelemahan atau sebut saja kerapuhan pada kata ini.

lanjut part 2

Double Job

Suratan ini gua tulis gara-gara gabut nunggu hujan turun yang nunggu takdir allah buat redanya, wal hasil gua ngisi gabut gua biar “gp” atau gabut produktif.

#nowplaying 25 minutes – mltr (michael learn to rock)

Hmm, kenapa gua nulis nih topik? karena keresahan gua melihat keresahan orang lain saat mereka resah. hahaha iya emang banyak banget resahnya, kenapa? and the story begin

cerita di sebuah moment setelah ujian

A: aduh gimana ya hasil ulangan gua tadi ?

B: emang kenapa?

A: gua tadi kayanya salah jawab, gua benci sama diri gua sendiri, kenapa gua goblog sih baru inget sekarang?

B: iya gua juga, tadi kayanya gua jawabnya kebalik

A: aduh, bla bla bla

B: bla bla bla

Hmm, pernah mengalami hal ini? atau mungkin baru kemarin, tadi, atau suatu saat di masa lalu?

kalau pernah anda telah melakukan double job, kenapa? coba baca perintah jawab soalnya deh, biasanya sih bacaannya gini “jawablah pertanyaan dengan baik dan benar” right? apa di situ tertulis “jawablah pertanyaan dengan baik dan benar sekalian pikirin ntr hasilnya gimana” nggak gitu kan? nah hayooo coba di pikir lagi…. itu, itu yang bikin pusing pala Barbi, hahahaha mikirin tugas yang bukan ranah kita….

Dalam kasus yang lagi trend di kalangan anak muda jaman now, yaitu ‘cinta’ aka “ciu campur fanta” eh nggak deng just kidding, kita pernah mikir ga atau mungkin pernah ngalamin? kita pernah “akan” nembak “seseorang” tapi kita juga mikirin “gimana hasilnya ntr” nah masalah kita itu cuma melakukan tugas dengan baik dan benar, yaitu “menyampaikan ‘maksud’ kita dengan baik dan benar” right? hahahaha

perkara nanti diterima atau ngga, itu mah urusan seseorang yang telah kita sampaikan kabar baik ini untuk dia (buat kita yang nembak) yang mungkin bagi dia berarti kabar baik juga (thx god) tapi kalo ujungnya kabar buruk (yah mau gimana lagi). berdoa ae gini, kalau misal ga pede, (wahai zat yang membolak balik kan hati, pautkanlah hatinya dengan hatiku) *yang ini juga kalo salah koreksi ya, masih baru. yah walau doa aslinya ga kaya gitu, kalo penasaran sekali kali buka firman terjemahan terus baca. kalau kata temen gua, dia pernah cerita,(“kalau doa lu di kabulin, bersyukurlah 100 kali, kalo nggak bersyukurlah 1000 kali, terus gua tanya “lah kok gitu”, karena kalo nggak di kabulin berarti doa lu bukan yang terbaik buat lu, dan yang terbaik berarti bukan apa yang lu minta dalam doa, terus gua mikir, “hmm iya juga”)

dalam kasus agama, gua pernah denger, kurang lebih firmannya gini, “berdoalah dan berusaha, maka akan kukabulkan” *kalo salah nanti koreksi ya, masih baru belajar. jadi dalam hal yang mungkin ingin kita capai, yaa kita suruh berusaha dan berdoa, perkara jadi atau nggak nya itu ranah tuhan, ya kalau #QOTD nya mah,”manusia cuma bisa berencana, berusaha n berdoa, urusan jadi atau nggaknya, yaa itu urusan tuhan…..” karnan ranah manusia belum sampai menentuka kejadian iya atau tidaknya.

nah mulai sekarang coba deh, lakuin dengan contoh ga mutu gua tadi, implementasiin ke real life, fokus ae gituuu, ke tugas lu, bukan ke tugas yang ranahnya sebenernya punya orang lain.

okeee see yaaa, thx for read it, sugeng enjang, siang, dalu kapanpun kamu baca tulisanku saat itu

 

Sebuwa Guratan Pengingat

Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdir ku, dan apa yang di takdirkan untuk ku tidak akan penah melewatkanku.

Umar Bin Khattab

#sambildenger ost kimi no nawa yang sejam di youtube (2016)

yak akhirnya gua nonton film ini untuk yang kedua kalinya, seru sih ni film ya salah satu yang recomend dari anime jepang, bagi yang udah nonton film nya pasti udah tau dong jalan ceritanya kaya gimana? seru!!! menurut gua, ga terduga, almost blown my mind, hahaha, agak lebay sih, tapi gua emang tipikal penyuka jenis film kaya gini, mind blown, bermain sama waktu, sesuatu yang hampir tak terpikirkan oleh kita, ya untuk orang normal seperti gua hampir ga kepikiran, dan itu yang ngebuat gua suka sama nih film saat pertaama nonton, imagine coba,

  1. diri lu bertukar tubuh, jadi kaya tukeran arwah gitu antara cowo n cewe, oke yang ini mungkin pernah terpikirkan, atau mungkin pernah jadi salah satu ketakutan yang mungkin yang lu pikirin, jujur gua pernah juga ngebayangin hal ini, dan gua mikir, gimana ya kalo seandainya beneran kejadian, n almost all that i’ve thinked, terjawab di film ini 😀
  2. selanjutnya, masih lanjutan dari pemikiran sebelumnya, elu bertukar dengan seseorang dari 3 tahun sebelum saat ini yang notabene orang yang sedang bertukar “wadah” sama kita itu sudah “wafat”, WTH apa-apaan ini, lumayan gila juga sih sama ni ide, ya walaupun ada unsur “tapi boong” kenapa? makanya lanjut baca…
  3. kenapa gua bilang tapi boong? karena mereka bertukar bukan karena suatu “kebetulan” tapi karena memang sudah “dituliskan”, yah jadi ternyata si “cewe” ini meninggal duluan dari karakter si cowo karena suatu tubrukan meteor, tubrukan meteor? iya jadi inti dari meteor yang “kebetulan” lewat di atas jepang ini pecah n tubrukan deh sama kota yang ditinggali sama si cewe, n si cewe died…. tapi belom kelar sampe disitu karena tugas si cowo ini untuk ngasih tau…ngasih tau apa? lanjut baca yaa 😉
  4. yak bener,kalo yang udah nonton pasti tau, yang belum sini gua dongengin, jadi dia ngasih tau bahwa ntr bakal ada tubrukan meteor di kota itu, wal hasil di ngebuat rencana untuk nyelametin satu kota di bantu sama temen sekolahnya cowo n cewe yang gua lupa namanya, dari mulai ledakin gardu induk pembangkit listrik, trus nyadap radio darurat gitu lah n bicara sama bokapnya si cewe kalo ntr malem bakal ada tabrakan meteor, kalo orang waras kagak bakal ada yang percaya lah, orang lagi damai ga ada apa-apa kok tau-tau bilang kalo ntr malem bakal ada tubrukan meteor, setelah di lobby akhirnya bokapnya percaya dan bilang ke seluruh kota kalo ada simulasi keadaan darurat…..
  5. n finally seisi kota selamat deh,,,,,,

trus? nah disini letak keseruannya, karena mereka bertukar tubuh pada aliran waktu yang berbeda, sang “dewa” yang di ceritakan disini ga mau kalo mereka tau nama satu sama lain, makanya di kasi judul “Kimi no Na Wa yang kalo di artikan “katanya” “Your Name”, mereka cuma ingat kalo ada orang di luar sana yang sayang dan juga peduli sama mereka, berbekal kata “SENG PENTING YAKIN” meraka yakin bahwa suatu saat mereka akan ketemu lagi, ya kaya lu ga tau “who’s the right girl/man” mereka cuma berbekal yang penting yakin bahwa seseorang yang pernah “bersinggungan” akan bertemu lagi…..

trus, apa hubungannya sama judul tulisan ini? yah gua pernah baca quote itu dulu kala n muncul ide menggelitik untuk di kolaborasikan quote “yang katanya” berasal dari Umar Bin Khattab (kenapa gua bilang katanya? karena gua ga tau sanadnya, bener apa kagak, jadi kalo ada yang mau ngasih tau itu quote bener apa kagak, bisa kasih tau gua ya, karena gua ga denger langsung dari beliau, makanya ga berani bilang dan ga tau juga dasarnya, takut salah…) mungkin ada yang sudah menangkap maksud dari penulisan ini, yah ga tau juga si produser dari film ini terinspirasi dari quote ini apa kagak, tapi yang jelas dari pemikiran gua bersinggungan, terpaut di pikiran kalian ga ada nyambungnya, ini hanya opini gua, yah sesudah dari hal yang dinamakan “kataware doki”, (kalo ada yang tanya apa itu kataware doki, monggo ditingali rumiyen film ipun) mereka ga sempat nulis nama masing masing dan akhirnya lupa, yang mereka yakini mereka ga boleh lupa sama orang yang udah sayang sama mereka, n sampai akhirnya meraka di takdirkan bersinggungan lagi sama seseorang di masa lampau….

selalu ingat

Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdir ku, dan apa yang di takdirkan untuk ku tidak akan penah melewatkanku.

Bonus

Gambar terkait

Gelitikan Mengenai “kehilangan”

Ada sebuah gelitikan tentang kehilangan, kehilangan pada saat yang tidak tepat dan waktu yang terus melesat.
Jadi,pada suatu waktu dan suatu tempat ada sebuah kejadian, katakan saja karakter utama kita kali ini mendapat julukan pemuda Ha!?, pemuda Ha!? ini “merasa” memiliki sesuatu, pada suatu ketika sesuatu yang dirasa miliknya ini hilang, dia pun bingung, dimana kah ‘milik ku’? ujarnya.
Sang Maha Kuasa yang mendengar suara hatinya mendengar, wahai yang sedang merasa kehilangan, apakah kamu sedang kehilangan sesuatu? Kata Sang Maha Kuasa.
Sang pemuda berkata, “iya ya Sang Maha Kuasa, saya kehilangan sesuatu “milik” saya.
Apa kamu yakin sesuatu itu milik mu? Kata Sang Maha Kuasa.
YAKIN, karena saya sudah bersama “nya” cukup lama selain itu kami saling mencinta dan tampaknya semua keadaan terasa baik-baik saja dan, semua hilang ketika “dia” hilang saya sangat merasa sedih….tampaknya dia membawa sebagian yang ada pada diri saya…. Kata pemuda.
Itulah sentilan untuk mu wahai yang merasa kehilangan, kamu lupa semua sejatinya milik siapa, kamu lupa kamu tidak membawa apa pun saat kamu lahir, dan kamu mulai di buai oleh sifat manusia yang pada dasarnya adalah sifat paling dasar, yaitu rasa “ingin memiliki”, jadi saat kamu kehilangan, kamu sangat terpukul. wajar? tentu sangat wajar, karena aku yang menciptakannya, Bukankah kamu tahu bahwa hampir tak ada barang dunia yang kamu bawa saat kamu “minggat” nanti? kata Sang Maha Kuasa.
Iya tuhan, saya tau, tapi rasa memiliki ini sangat berat saat kau cabut, bahwa sebenarnya itu adalah milikmu, aku membenci nya, teramat sangat sebenarnya, tapi engkau benar itu memang dari mu dan hanya untuk mu.
Dengan tersenyum, tuhan melontarkan guyonan nya “kalo kamu tidak ingin kehilangan motor, maka jangan punya motor… Kalo kamu ga pengen ilang mobil, maka jangan punya mobil, wajarnya kita kehilangan atas sesuatu yang kita punya, tapi apa yang bisa hilang saat kita tidak punya? Nothing, tidak ada, kita ga bisa kehilangan kalo kita tidak punya apa apa” dan tuhan pun berkata, wkwkwk. itu namanya resiko, sakit? oh so pasti, ga mungkin nggak, tapi, hanya sang pemberanilah yang berhak memiliki rasa memiliki, karena selalu ada 2 sisi yang saling memunggungi, saat dia berani untuk memiliki dia harus bersiap untuk meninggalkan dan pergi, dan untuk si “pengecut?” beban ringan yang ada di pundaknya, karena dia memilih untuk tidak memilih karena terlalu takut untuk sesuatu yang dia kira tidak sebanding.

buatku (penulis) rasa ingin memiliki itu??? alami, saya tidak bisa memilih siapa yang beruntung atau siapa yang sial, yang pada akhirnya akan akan kejatuhan rasa memiliki yang sudah saya dapati semenjak saya masih bayi, tapi biarkanlah tuhan memaikan perannya, dan aku berusaha dan berdoa bahwa “kamulah” orangnya, biarlah nanti rasa kecewa yang akan menjadi konsekuensinya dan rasa bahagia menjadi bonusnya. saat ini? kita nikmati saja, aku pada secangkir kopi dan kamu pada segelas teh, sembari menatap senja yang melambaikan tangan pada siang sembari mengucap “daadaaaa” dan mengecup lembut pada malam yang akhirnya berganti gilirannya.

Sang pemuda pun hanya meringis, sembari sedikit menangis, karena sadar. ada tiga hal yang agak terlupa.
Pertama, sadar bahwa rasa memiliki sesungguhnya hanya milik Sang Maha Kuasa,  yang ke dua, dia sadar sudah di guyur oleh emak karena waktu sudah menunjukkan jam 7 dan dia telat ke sekolah, dan yang ke tiga ternyata saat ini, “single” adalah pilihannya WKWKWK hingga tak tahu kapan dia akan memutuskan, mungkin ini sudah saatnya, yang penulis tau, hanya satu, semoga sadar,,,secepatnya
Dan Sang Maha Kuasapun juga tertawa wkwkwk
Salam wkwkwk, ✌damai yoo

Ada Adek Bertanya Pada Kakaknya

gua pernah denger suatu joke receh yang memiliki sangkut paut dengan judul tulisan gua kali ini.

Ada anak bertanya pada bapaknya, bagaimana cara mengucapkan “ada anak bertanya pada bapaknya” tanpa sing along…. 😀 kalo diantara kalian ada yang sing along kalian kalah hahaha.

Hasil gambar untuk ada anak bertanya pada bapaknya

oke menurut gua cukup receh tapi tetap bisa membuat senyuman di muka gua, karena meskipun gua ga sing along tapi melihat banyaknya orang yang berkomentar dalam post itu ternyata dapat sedikit menyunggingkan seulas senyum di wajah gua.

ahh, btw ini udah berapa bulan ya sejak tulisan gua terakhir, ya lumayan lama sih…

kenapa harus judul itu yang di pake? Hmm, ini menurut gua sebuah curhatan dari seorang adek yang keceplosan mengutarakan isi hati dengan polos…

Barusan, sebelum gua mengetik tulisan ini, gua sedang asyik bermain game, and tiba tiba adek gua nyeletuk:

adek : kak si “A” temen kuliah kakak?

gua : iya, emang kenapa?

adek : cantik ya kak, captionnya masa kapan bisa tirus? hahaha

gua : hah? wah koe asal bua ig ndes, tutup!!!

adek : kak pacaran lah sama dia…

gua : udah ada yang punya itu…

adek : ah baru pacar juga, belum nikah kan? gua pengen gitu punya mbak yang “ayu” kaya gitu

gua : *diem, mikir, otak skip sementara, gua merasa ini kaya suatu ungkapan polos tanpa dosa yang justru menurut gua adalah yang paling jujur, karena biasanya ucapan yang ga pake saringan, bicaranya paling jujur dari lubuk hati

adek : *cabut, trus teriak. Bun bentar lagi kakak punya pasangan cantik…

gua : *bengong, skip, self pause, game pause karna kalo otomatis gua diem itu game juga bakalan diem, lah ga ada yang mainin…. At that time, tanpa gua sadar gua bilang amiin. what??? bisa gitu? tanpa sadar sebagian diri gua yang paling polos mengaminkan sesuatu tanpa ada perintah dari alam sadar gua, melainkan dari alam bawah sadar gua…

mungkin di antara kita ada yang pernah mengalami sesuatu yang sama seperti ini, ga sama persis tentang kejadiannya, hanya moment seseorang berkata polos dari dalam hati dan akhirnya kita sadar bahwa sebenarnya itu yang di harapkan atau yang dirasakan orang lain terhadap kita, dan detik itu juga gua tersadar “oh jadi gitu”

karena sesuatu yang seperti ini gua ga cuma baru ngerasa sekali doang, ya lumayan lah, beberapa kali. contohnya ada suatu waktu gua pernah nimbrung sama temen gua, dia lagi liat akun ig cowo, mereka komen foto tuh akun ig cowo, dan gua iseng nanya, emang dia orangnya kaya gimana? karena sebelumnya mereka bilang, sayang ya padahal ganteng tapi dia gitu…, “nah gua tanya, emang gitu kaya gimana?” ya kaya elu gitu, ganteng, suka becanda, tapi sering kelebihan, jadi kesannya agak gimanaaa gitu… *dengan masih melihat pada layar, trus gua tanya.

dan pada suatu waktu gua tanya sama sobat gua, tentang masalah dia atas, sambil menghirup sebats, dia enteng jawab, “lu bahagia ga jadi diri lu yang sekarang?” gua jawab “iya sih bahagia, yah sebenernya gua kaya gini tu pengen liat ketawa senyum di muka anak-anak tapi kalo ternyata di salah artikan dan mungkin bahasa halusnya ” yah mungkin sekrang lu atur aja, cuma pada siapa aja lu bisa liatin diri lu yang satu ini, ya G?” gua ” iya juga sih ya biar ga semua ga nganggep gua kaya gitu, coz kalo ternyata di salah artikan kebaikan gua buat apa juga gua kaya gitu? mungkin salah satu cara tuhan berbicara dengan bahasa universal apa yang selama ini di rasain orang di sekitar gua…..”

kasus ini sering terjadi seharusnya, hanya mungkin pada beberapa dan tidak semua menyadarinya, kuncinya? ask your self, apa kamu bahagia dengan “itu”?, apa kamu baik-baik saja dengan “itu”? apakah yang di katakan “itu” benar?

good luck…..

wahai yang “SANG”

sedikit, sedikit mendapat pembelokan, setelah berpikir beberapa saat, karena kedangkalan ilmu dan daya jangkau yang seperti biasa saja.
hanya berpikir jika “DIA” yang “SANG” maha segalanya, maka kenapa mayoritas yang saya ketahui dan setiap tulisan di media sosial selalu beranggapan bahwa rencana yang di tujukan untuk setiap yang percaya dia ada selalu adalah rencana terbaik?

bukankah jika apa yang kita percayai bahwa “DIA” adalah “SANG” maha segalanya maka bukan berarti tidak mungkin, jika dia adalah sang maha pembuat rencana yang “tidak” kita sukai juga, dengan percaya bahwa pada setiap apa yang kita inginkan tidak berakhir dengan apa yang kita inginkan itu adalah sebuah rencana yang terbaik untuk kita dan percaya juga bahwa setiap rencananya yang menimpa kita adalah yang terbaik, bukankah dengan ini kita malah menganggapnya juga dengan yang “TIDAK” maha segalanya.

karena dengan anggapan yang kita pikirkan , bahwa itu pasti baik untuk kita, lalu dimana sifat sebaliknya “YANG” “SANG” maha, menjadikan malam menjadi siang dan siang jadi malam, cinta jadi benci dan benci jadi cinta, naik jadi turun dan turun jadi naik, dan baik jadi buruk begitupun sebaliknya buruk jadi baik.

jadi apakah kita masih akan tetap memiliki kepercayaan bahwa dia adalah sang maha baik tanpa beranggapan sebaliknya, bukankah itu malah akan menyalahi anggapan yang selama ini telah kita terima dan percayai bahwa dia adalah yang maha segalanya?

jika ada tanggapan silahkan komen apapun yang ada di otak maupun segumpal darah yang kita sepakati menyebut benda itu hati, hanya sekedar kudapan brainstorm, tanpa bermaksud sedikitpun menghina, hanya manusia yang masih punya keinginan untuk tetap bertanya dan tak berhenti berharap akan ada yang menanggapinya tanpa membiarkannya berjalan sendirian.

 

#aku part satu

teruntuk kamu yang akan menjadi takdir ku kelak.

pernah ga kita mengira-ngira siapakah yang akan mengisi ruang rindu di hati yang akan menjadi sandaran hati sekaligus?

katakan saja iya, misal…

kayanya sih orang ini, karena dia klop banget sama kriteriaku

menurut gua sih dia, karena setiap ngelihat dia tuh kaya pelangi di tengah ributnya ombak badai

tapi apakah dengan berkata seperti itu lantas dia yang benar benar akan menjadi pengisi ruang rindu

Tidak selalu, kenapa aku katakan itu ?

karena dalam hidup ini tak seperti apa yang kita kira, contoh misal, kita menyukai seseorang dan hebatnya lagi, takdir bersambut dengan yang kita inginkan, seleah itu kita menjalani sebuah hubungan, yang entah dengan apa sebuah ikatan iyu berjalan, hanya di iringi sebuah keyakinan, bahwa ini akan bertahan, lama….

seperti ini…

pk-1

lalu apa arti dari sebuah harapan disini?

menguatkan? meneguhkan? menentramkan? atau sekedar sekadar pemuas kemungkinan?

bagiku, harapan itu semuanya yang sudah tertulis, fleksible, tergantung keadaan.

dan..

teruntuk kamu yang akan menjadi takdirku kelak, aku ingin minta maaf, terlebih lagi jika takdir berkata bahwa kamu tanpa sengaja membaca tulisan ini.

aku, aku tak lebih hanya seorang pemimpi yang selalu berdoa di samping mimpiki yang tinggi bahwa apapun mimpi ku kelak entah itu terjadi atau tidak, aku hanya berdoa “ya allah engkau zat yang mengetahui segalanya, jika mimpiku ini adalah yang terbaik untuk ku, maka wujudkanlah, jika tidak, berikanlah aku sesuatu yang baik yan berada diluar ekspektasi ku”

aku, aku juga terkadang masih suka bertingkah laku konyol, dan kadang tak terkontrol, tapi itu aku, jadi tolong maklumilah, dan ayo bermain bersamaku.

aku, aku orang yang terkadang memiliki tingkat moody yang tinggi, jadi tolong peluk aku saat itu terjadi.

aku, aku memiliki tulisan tangan yang kadang menyakitkan mata, maka jangan sungkan untuk bertanya jika tulisan ku membingungkanmu.

aku, aku terkadang hanya ingin diam, bukan karena aku marah atau apapun itu yang terbersit di otak mu, tapi terkadang diam adalah salah satu bentuk komunikasi ku dengan mu, memahami mu, mendengarkanmu, atau sekedar mengamatimu, selain itu aku juga memiliki bentuk komunikasi ku dengan suara hati ku sendiri, jadi tolong megertilah.

aku, ini aku jadi pahamilah aku, dan kupahami duniamu, maka disitulah angka satu yang sebenarnya

bonus pict..

pk-2

harapanku, saat ini kamu wahai penikmat teh, saat kuagungkan betapa hebatnya ciptaan tuhan ini, sebenarnya aku menunggumu membukakan dunia mengejutkan lain selain yang saat ini aku sruput, sekian

catatan: sorry kalo gombalannya kurang, emang dasarnya ga pinter gombal

mungkin akan berlanjut ke bagian selanjutnya, jangan eneg ya wkwk bye

Sedikit cerita,,, 

You actually know what you want to do

Yah, Saat kita ingin melakukan sesuatu, pernah kan tuh minta saran, enaknya ngapain ya, gua lakuin ga ya? 

Nah pas saat saat kaya gini nih, lu sebenernya udah tau kan apa yang bakal lu lakuin… Lu cuma cari saran atau omongan dari orang lain sebagai penambah atau pengurangan persentase atas hal yang pingin lu lakuin, sanggahan atau anggukan adalah apa yang bakal lu lakuin, kalo lu nyanggah sebenarnya lu pengen banget ngelakuin hal itu, kalo cuma diam dan anggukan yang ada berarti lu belum yakin  atas apa yang pingin lu lakuin

Nggak kok, dia orangnya ga kaya gitu… 

Or

Ooh gitu ya, iya juga ya…. 

Yah biasanya seperti ini réaksina, mendengarkan orang lain atas apa hal yang pengen lu lakuin emang bagus tapi lu juga di kasih hati n otak yang bukan cuma buat di anggurin 

Coba cerna dulu, nih bocah yang lu ajak ngomong udah bener belum apa yang dia omongin, kalo bener coba di denger lagi apa sejalan dengan apa yang hati bisikkan, kalo emang udah klik, di kritisi lagi dengan otak, apakah ini memang yang terbaik, kalo semua udah bener, coba taruh taruhan atas hal yang pengen lakuin di meja judi, kalo emang udah yakin kasih semua yang lu punya, all in. 

Ketika udah, yang penting lu udah di The best and let God do the rest, atas hal yang sudah kamu pertaruhkan tadi. Bukankah emang hidup ini pertaruhan atas setiap hal yang di lakukan? 

Kalo semua hal tadi udah lu lakuin, tinggal tunggu hasil dari pertaruhan yang lu lakuin, kalo itu memang di takdirkan buat lu, lu bakal dapat hal yang emang sudah seharusnya, kalo bukan takdir, mau lu betting sampe utang sono sini ga bakal bisa dapet juga… So take it easy for something hard… Dia ga bakal pergi kalo itu emang udah jadi takdir lu… Gitu aja sih, buat ngisi gabut malem ini sekian dan terima kasih. Kalo ada yang pengen di tanya silahkan coretan saja kolom komentar, see ya, selamat libur semester yoo

The Eye

#nowplaying your body is wonderland -john mayer

Hmm, lumayan lama juga nggak menyapa rumah guratan ini ya… 

1month? Maybe

Kenapa the eye? 

Mungkin, hanya mungkin ada yang tanya kaya gitu 

Yah this time  I wanna tell you “bagian terindah dari tubuh” 

Sebelum itu, just try to open your mind, hanya tak ingin ada salah paham aja

Bukan ada maksud tersembunyi hanya ingin mengemukakan pendapat aja kok, selo

Mata

Yup, mata, bagian ini lah menurut ku adalah bagian terindah dari seluruh tubuh, tuhan maha besar, karena hanya bagian ini lah yang mungkin adalah bagian yang tak bisa berbohong. 

Sang mata akan berbahasa dengan bahasanya sendiri tatkala dia menyembunyikan sesuatu. 

Dia juga lah yang pertama kali kulihat dari makhluk tuhan yang diciptakan dari tulang rusuk adam saat pertama tercipta,  bukan ingin membandingkan dengan bagian yang lain, hanya saja, mata memiliki daya tarik tersendiri yang tak dimiliki anggota lain. 

It’s like, lubang hitam, blackhole, yang memikat dan memiliki daya gravitasinya sendiri, dan akan menarik setiap mata adam yang melihatnya. 

Dengan adanya sedikit sapuan riasan pada lubang hitam ini, di sertakan rasa penasaran yang berdesir maka cukuplah ku kira untuk adam kehabisan alasan untuk tak melihat mu. 

Maka dari itu, jagalah mata mu wahai kaum hawa, karena mungkin saja mata itu bisa menarik  berkah atau musibah dari mata lain yang sengaja atau tak sengaja bersinggungan.

Dia seperti burung merak yang memekarkan seluruh ekornya dan aku tidak dapat memindahkan mataku darinya. Aku bahkan tidak dapat menutup sunggingan senyum dari wajahku.